Jumat, 19 Juni 2015

MENGGAPAI BERKAH ORANGTUA

Iyuk Roh berdagang kue keliling kampung menggunakan sepedanya...

Satu keranjang tumpuk diletakkan di sadel belakang sepedanya... isi keranjang kuenya : pastel, lumpia, risol, lupis, nagasari & jajanan pasar lainnya...

Ia berjualan dari pagi hingga saat makan siang tiba... semangatnya luar biasa, selalu tampak ceria walaupun tampak rasa letih akibat mengayuh sepedanya...

Saat berkeliling kampung, ia akan berteriak, "kuenya Bu..."
Tapi, bila sudah berhenti didepan rumah pelanggannya, bahasanya akan berubah, "Iiboook... kuuuueee.... tuku ora ?"
Setiap pelanggannya pasti juga memiliki ciri khas masing2 tergantung dari Iyuk Roh ini memberi sambutan nada di depan rumah pelanggannya...
Ada yg menjawab "iya, tunggu..." ; "beli... beli..." ; "belum dulu" ; "besok aja..."  hingga "yuuuuhuuuuu~"
Semua akan disambutnya dgn senyuman lebar & tertawanya yg khas...

Suatu hari... Iyuk Roh datang di jam yg sama tapi dagangannya tinggal sedikit... terlintas di hati "Alhamdulillah... dagangannya banyak yg laku..."

"Bu... kuenya tinggal ini, diambil aja semua... buat Cah Ayu & Cah Bagus..."

"Lho... ? Yo wis, aku tak tuku semua... seneng dong bisa pulang cepet ?"

"Iya, Bu... Mbokku di rumah... semenjak si Mbok di rumah, aku ambil kue cuma sedikit... soale kalo aku kesiangan pulangnya, de-e wis megangin perutnya... "

"Umur Mbokmu pira ?"

"90"

"Subhanalloh... trus Mbokmu karo sopo di rumah ?"

"Tak titipin orang... Makanya pagi2, aku wis gendong Si Mbok... tak mandiin, tak suruh pipis... tak pakein baju... tak suapin... wis koyok ngurus bayi néh... baru aku berangkat... wong pernah aku pulang siang kayak biasa, si Mbok pulang wis megangin perut... ya... aku lari sebentar ke warung beli nasi... semenjak itu aku ngga mau bawa banyak, kasian Si Mbok... kadang-kadang si Mbok suka nangis ngga jelas... tiba-tiba nangis, aku tanya Si Mbok nangis aja... jadinya aku bilang... yo wis, nangis sing puas... Mbokke ngga sayang karo aku... aku wis ngurus capek-capek, Si Mbok cuma nangis tok... eeeh... brenti nangisnya... " ujarnya sambil tersenyum...

Tanpa terasa air mata mulai menggenang di pelupuk mata...

"Yo wis Yuk... sana cepat pulang ! Kesian Si Mbok, pasti seneng sampean pulang cepet" , sambil pelanggannya mambayarkan uang kue ...

"Terima kasih ya , Bu... ini kembaliannya"

"Ngga usah... itu buat Iyuk & Si Mbok..."

"Suwun nggih Bu... Do'ain ya, Bu... aku iso bayar kontrakan & kebutuhan lain2, krn aku mikir serba salah... Si  Mbok di rumah otomatis aku ambil dagangan sedikit... kalo ambil banyak, kasihan Si Mbok... wis, cerita lagi... yo wis Bu... Suwun ya, Bu... "

RESIKO BAIK

Senin, 25 Mei 2015

AMARAH

Manusia ngga ada yg ngga pernah marah... manusiawi... naturally...
Tapi sebenarnya bagaimana manusia mampu untuk mengontrol amarahnya...

Suatu hari ada seorang anak laki2 makan sore bersama Ibu & adik laki2nya...
Anak ini aktif & kreatif sehingga untuk mengusir rasa bosan, dia mulai mengetuk-ketuk meja dgn sendok & garpunya sehingga sendoknya terpental ke belakang kepalanya...

Ibunya marah... dlm hitungan detik, sang Ibu mencubit tangan anaknya dgn amat sangat geram...

Anak laki2 itu hanya diam dgn ekspresi datar (berusaha utk tidak terlihat telah terjadi sesuatu) kemudian bangkit dari kursinya mengambil sendok yg telah jatuh... ia pun mengambil sendok bersih dari meja lain sebagai pengganti sendoknya yg telah jatuh...

Amarah sang Ibu belum reda, kembali ia mencubit anaknya dgn lbh keras lagi...
Tanpa terasa, air mata yg sudah ditahan anaknya menetes tanpa suara tangisan...
Anak itu hanya menatap tajam & dalam tanpa melakukan apapun... lamaaaa sekali... terlihat dari matanya bahwa ia sangat terluka...

Ibunya hanya santai menyelesaikan makanan yg telah datang tersedia...
Anak itu hanya mengaduk-aduk makanannya dgn berusaha memakannya sesuap demi sesuap...

Sang adik yg masih balita memperhatikan setiap kejadian...
Dilihatnya wajah sang Ibu... dilihatnya wajah sang kakak... tak lama kemudian, ia mengusap bagian atas kepala sang kakak dgn kasih sayang tanpa mengatakan apapun...
Sang kakak menoleh ke adiknya, ia tersenyum & melanjutkan makannya dgn senyuman...

Hari Esok

Manusia bukanlah hidup di hari ini tapi manusia hidup di hari setelah mati & hari setelah mempertanggungjawabkan amal ibadah serta kebaikannya...

Senin, 04 Mei 2015

Birthday Cakes

Mungkin buat orang, hal ini adalah hal sepele... tapi buatku ini merupakan hal berkesan yg Alloh berikan kpdku...

Sehari sebelum hari ulang tahunku, anak2ku aku minta mereka memilih kue ultah yg akan dibawa ke rumah Ibuku & akan diberikan kpd anak asuh Ibuku...

Mereka masing2 memiliki selera berbeda... yg 1 memilih kue coklat, yg 1 memilih kue yg ada taburan buah2nya...
Akhirnya aku bilang, kalo gitu, keputusan yg adil biar Ayah yg pilih...
Setelah berembuk, suamiku tidak  memilih keduanya tapi memilih kue lain yg berisi apa yg dipilih anak2... kue coklat dgn ada taburan buah. Semua sepakat...

Keesokan harinya, kami berdo'a bersama... kue ditiup & diberikan ke anak asuh Ibuku...
Rupanya, hari itu aku mendapat 2 hadiah kue ultah tambahan sekaligus...
CHOCOLATE CAKE  & FRUIT CHEESE CAKE ...

Subhanalloh...
Alhamdulillah...
Allohu Akbar...
Terima kasih Ya Alloh...

Jumat, 01 Mei 2015

BEYOND THE LIMIT

Bahasa kerennya "Beyond The Limit" ...
Artinya : Melampaui Batas...

Suatu hari Aki mengajak kami (suami & anak2ku) jalan2 melihat Kapal Vega...
Dalam perjalanan, Aki bilang...

"Aku & Ninik sudah mengarungi kehidupan berumahtangga selama lebih dari 50th... Yg terkadang, ada hal2 yg ngga masuk akal... seperti : aku kepingin makan pizza tapi aku ngga ngomong, eh ngga berapa lama, Nini bilang... Nanti sore kita makan pizza yuuk... Mungkin itu krn Alloh ciptakan hati didlm diri manusia sehingga hal2 yg tdk dibatasi oleh sesuatu (bisa kita sebut sbg Ruh), bisa keluar & menembus batas yg ada ( yg kita sebut Jasad) ... "

Sabtu, 25 April 2015

BERSAMA & BERSATU

Pasangan suami istri merupakan sepasang kekasih di dalam kehidupan...
Keduanya saling melengkapi diantara 2 sifat yg berbeda...

Mereka saling membesarkan, saling mengasihi, saling menunjang, saling menutupi untuk mendirikan tonggak keluarga yg kokoh...

Yg 1 menjadi pejuang...
Yg 1 pun berjuang menjaga keluarganya...

Yg 1 menjadikan pasangannya perhiasan...
Yg pasangannya menjadi perhiasan utk kemuliaan bersama...