Kamis, 31 Desember 2015

Ingatlah Hari Ini

I love you all... just the way you are with all my heart...

Tahun Baru

Kata orang, pergantian tahun adalah momen dimana hari harus dirayakan...

Bagi saya...
Pergantian tahun merupakan ...
Waktu untuk introspeksi diri akan kesalahan yg dilakukan tahun-tahun sebelumnya...
Saatnya untuk bersyukur atas nikmat yg IA berikan...
Saatnya untuk mendo'akan orangtua, orang-orang yg dicintai (keluarga inti), keluarga besar, orang-orang disekeliling, negara, pemimpin negara & orang banyak untuk lebih baik dari sebelumnya...

Terima kasih Ya Alloh...
Alhamdulillahi Robbil 'alamiin...

Rabu, 18 November 2015

Kerjaan Manusia

Alloh SWT ciptakan Natural Alarm tapi manusia ciptakan Rush Time...

Orangtua dulu mengajarkan manusia untuk saling bantu tapi orang zaman sekarang mengajarkan untuk saling berlomba...

Yang sebaiknya diterapkan ke anak-anak adalah bagaimana mereka bisa survive dengan ilmu yang mereka terima, karena di dalam kehidupan nyata lebih utama kepentingan "perut" daripada "deret nilai A". 😉

Jangan Jauh-jauh

Manusia tumbuh & berkembang sesuai tahapan ...
Bayi, batita, balita, anak, pra remaja, remaja, dewasa awal, dewasa & lansia...
Secara fisik, psikologis, sosial & cara berpikir pun akan mengalami masa perubahan...

Kata orang tua dulu, dunia itu milik anak muda. Maksudnya, semua dicoba & dijelajahi...
Ya, masa yg ingin memiliki adanya pengakuan...

Setelah memiliki pengalaman, adanya perbedaan, akhirnya manusia mulai memetik hikmah dari pengalamannya...
Hingga mulai memasuki usia 40th mulai berpikir tentang mati, semakin bertambah usianya semakin tidak ingin hidup sendiri...
Seperti kakek-nenek yg selalu ke mana-mana berdua...

Begitu pula dengan kehidupan rumah tangga, ada fase tahapannya, seperti tumbuh kembang manusia...
Saling menyesuaikan, saling memahami & berusaha untuk terus saling memaafkan...

Kata orang tua dulu... Saling berkasih sayang di dalam rumah, antara suami-istri, orangtua-anak & kakak beradik agar kasih sayangNYA turun...
Bila didalam rumah sudah ada yg tidak menghargai & berkasih sayang, bagaimana kasih sayangNYA akan turun...
Mungkin bila diandaikan seperti anak kecil yg sedang bertengkar, tadinya mau kasih hadiah malah ngga jadi...

Saatnya manusia untuk banyak menggunakan inderanya yg sepasang daripada inderanya yg tunggal...
Banyak melihat, banyak mendengar, banyak berbuat yg bermanfaat tapi sedikit berbicara...

#noteformyself

Kamis, 12 November 2015

TERIMA KASIH AYAH...

Seorang laki-laki itu tidak semuanya diberi kenikmatan menjadi Ayah / Bapak, walaupun ia memiliki anak / keluarga...

Sebenarnya...
Para Ayah itu adalah nahkoda bagi kapalnya...
Ia menjadi pemimpin bagi keluarganya &  mempunyai visi keluarga yg jelas.

Sebenarnya...
Para Ayah itu kepala sekolah bagi sekolahnya...
Ia menjadi panutan & sumber ilmu bagi keluarganya...

Sebenarnya...
Para Ayah itu layaknya super hero...
Ia mampu menjadi pembela kebenaran...

Sebenarnya...
Para Ayah itu seperti Pembalap ...
Ia cakap & tangkas dalam menjalani manuver medan kehidupan yg dihadapi...

Peran apapun yg dipilih, para anggota keluarga (istri & anak-anak) berterima kasih atas usaha yg telah dilakukan & waktu yg diluangkan bersama keluarga...

Terima kasih Ayah...
Semoga Ayah diberikan kenikmatan kesehatan & umur yg panjang serta dilimpahkan kebaikan, kesejahteraan, kebahagiaan di dunia-akhirat...

#HariAyah
#TerimaKasihAyah
#BundaUntukKehidupan
#ceritaeva

Sabtu, 07 November 2015

BUDE

Banyak orang mengatakan bahwa memiliki materi yg banyak itu adalah Orang Kaya...
Yg mampu memiliki & membeli apa saja...

Ada juga yg mengatakan bahwa Orang Kaya itu adalah orang yg memiliki pengalaman yg banyak...
Sehingga ia mampu untuk membagi pengalaman hidupnya sebagai bekal & ilmu kehidupan... 

Ada lagi yg mengatakan bahwa dengan menjadi bahagia, tentram & sejahtera merupakan Kekayaan tertinggi di dalam hidup...

                          *  *  *  *  *

Suatu hari aku ketemu seorang Ibu paruh baya di musholla saat mengantar anak belajar...

Awalnya kami bertemu hanya sesekali... krn jadwal belajar, akhirnya kami bertemu rutin... itupun bertemu di musholla...

Awalnya hanya senyum / menyapa, lama2 Ibu tsb mulai mengajak bicara...
Dan aku pun menyapanya dgn panggilan Bude & ia menyapaku dgn panggilan Le'.
Bude ini adalah penjual minuman seduh air panas, baik teh / kopi bahkan mie instan... 

Hingga suatu hari Bude bercerita...

"Le'... rumah Bude udah sebulan ngga ada air..."

"lho, trus gimana utk nyuci, De ?"

"Alhamdulillah ada... dapat dari tetangga... Dulu, tetangga itu beli rumah dari adiknya Bude... waktu pertama kali minta ijin minta... lama2 jadinya malu... trus Bude bilang, aku bayar... eh, tetangga itu bilang, uangnya Bude udah sebanyak apa sih mau pake beli air segala... ya, Bude cuma diem aja, ngga bisa jawab... akhirnya, seminggu 2 kali tetangga itu selalu kasih air... walaupun di rumah Bude masih ada simpanan air, tetangga itu tetap memaksa Bude harus isi air..."

"Alhamdulillah... artinya Bude udah ngga kekurangan..."

"Iya... itu yg Bude bersyukuuur banget... rasanya Alloh itu sayaaang banget sama Bude... sebelum berangkat jualan, anak Bude tau2 udah nyiapin air di termos, Bude sampe rumah, eh anak Bude udah nyiapin makanan di rumah... Alhamdulillah... kadang do'a mohon ini-itu tapi rupanya Alloh kasih semua..."

"Alhamdulillah... artinya itu rezeki yg dianter De... mungkin salah satunya krn Bude sholat diawal waktu... ngisi daftar absen duluan ke Alloh jadinya Alloh pun kasih rezeki duluan... tanpa Bude minta, Alloh cukupin semua kebutuhan Bude..."

"Allohu Akbar... Subhanalloh... Alhamdulillah... Terima kasih Ya Alloh..."

Jumat, 19 Juni 2015

MENGGAPAI BERKAH ORANGTUA

Iyuk Roh berdagang kue keliling kampung menggunakan sepedanya...

Satu keranjang tumpuk diletakkan di sadel belakang sepedanya... isi keranjang kuenya : pastel, lumpia, risol, lupis, nagasari & jajanan pasar lainnya...

Ia berjualan dari pagi hingga saat makan siang tiba... semangatnya luar biasa, selalu tampak ceria walaupun tampak rasa letih akibat mengayuh sepedanya...

Saat berkeliling kampung, ia akan berteriak, "kuenya Bu..."
Tapi, bila sudah berhenti didepan rumah pelanggannya, bahasanya akan berubah, "Iiboook... kuuuueee.... tuku ora ?"
Setiap pelanggannya pasti juga memiliki ciri khas masing2 tergantung dari Iyuk Roh ini memberi sambutan nada di depan rumah pelanggannya...
Ada yg menjawab "iya, tunggu..." ; "beli... beli..." ; "belum dulu" ; "besok aja..."  hingga "yuuuuhuuuuu~"
Semua akan disambutnya dgn senyuman lebar & tertawanya yg khas...

Suatu hari... Iyuk Roh datang di jam yg sama tapi dagangannya tinggal sedikit... terlintas di hati "Alhamdulillah... dagangannya banyak yg laku..."

"Bu... kuenya tinggal ini, diambil aja semua... buat Cah Ayu & Cah Bagus..."

"Lho... ? Yo wis, aku tak tuku semua... seneng dong bisa pulang cepet ?"

"Iya, Bu... Mbokku di rumah... semenjak si Mbok di rumah, aku ambil kue cuma sedikit... soale kalo aku kesiangan pulangnya, de-e wis megangin perutnya... "

"Umur Mbokmu pira ?"

"90"

"Subhanalloh... trus Mbokmu karo sopo di rumah ?"

"Tak titipin orang... Makanya pagi2, aku wis gendong Si Mbok... tak mandiin, tak suruh pipis... tak pakein baju... tak suapin... wis koyok ngurus bayi néh... baru aku berangkat... wong pernah aku pulang siang kayak biasa, si Mbok pulang wis megangin perut... ya... aku lari sebentar ke warung beli nasi... semenjak itu aku ngga mau bawa banyak, kasian Si Mbok... kadang-kadang si Mbok suka nangis ngga jelas... tiba-tiba nangis, aku tanya Si Mbok nangis aja... jadinya aku bilang... yo wis, nangis sing puas... Mbokke ngga sayang karo aku... aku wis ngurus capek-capek, Si Mbok cuma nangis tok... eeeh... brenti nangisnya... " ujarnya sambil tersenyum...

Tanpa terasa air mata mulai menggenang di pelupuk mata...

"Yo wis Yuk... sana cepat pulang ! Kesian Si Mbok, pasti seneng sampean pulang cepet" , sambil pelanggannya mambayarkan uang kue ...

"Terima kasih ya , Bu... ini kembaliannya"

"Ngga usah... itu buat Iyuk & Si Mbok..."

"Suwun nggih Bu... Do'ain ya, Bu... aku iso bayar kontrakan & kebutuhan lain2, krn aku mikir serba salah... Si  Mbok di rumah otomatis aku ambil dagangan sedikit... kalo ambil banyak, kasihan Si Mbok... wis, cerita lagi... yo wis Bu... Suwun ya, Bu... "