Selasa, 24 November 2009

Makhluk Bersayap

Mereka diciptakan dari cahaya murni.
Kehidupan mereka adalah zikir & tasbih.
Mereka berdiri bershaf-shaf untuk Yang Maha Perkasa lagi Maha Pencipta.
Mereka telah disucikan dari nafsu yg membangkang & dari keburukan hati & godaan syaitan.
Mereka tdk memiliki keturunan & tdk pula dilahirkan.
& tdk pula mereka memiliki kesibukan kecuali beribadah.
Diantara mereka ada para pencatat segala perbuatan makhluk, ada para penjaga penghuni, ada yg mengurusi rezeki, yg menyampaikan / menjauhkannya atas perintah Yang Maha Benar.
Maka, kaum mensifatinya dgn kemuliaan dlm lembaran2 atsar & Al-Qur'an.
& menolak mereka dgn keingkaran & kemungkaran adalah kekufuran yg nyata

Demikian pula jenis manusia memiliki kemuliaan yg terang, dgn ilmu & kecerdasan serta perjuangan atas para hamba yg mulia, yaitu penghuni tujuh langit yg kuat...

Minggu, 24 Mei 2009

Cahaya

Sebagian mereka diberi cahaya seperti gunung, dan sebagian yang lain diberi lebih kecil, sehingga orang yang terakhir dari mereka adalah seseorang yang diberikan cahayanya diatas ibu jari kakinya. Maka kadang-kadang cahaya itu terang dan kadang pula cahaya itu padam. Ketika cahaya itu menerangi bagian depan kakinya, maka ia berjalan. Dan jika cahaya itu padam, ia diam. Mereka melewati Ash - Shirath berdasarkan tingkatan cahaya mereka. Maka diantara mereka ada yang melewatinya seperti kedipan mata. Ada yang melewatinya seperti kilat. Ada yang melewatinya seperti awan. ada yang seperti perputaran planet. Dan ada pula yang melewatinya seperti larinya kuda. Orang yang diberikan cahayanya diatas jarinya merayap diatas wajah, tangan, dan kakinya. Ia menarik tangannya dan bergantung pada tangan yang lain. Ia menarik satu kaki dan bergantung pada kaki yang lain. Disisinya dinyalakan api. Senantiasa demikian hingga ia melewati Ash - Shirath.

Senin, 04 Mei 2009

SIFAT - SIFAT ALLOH SWT

Alloh tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata , tapi hati yg penuh dengan hakikat keimanan saja yang dapat mencapaiNYA ...

Alloh dekat dari segala hal tanpa sentuhan ...

Jauh tanpa ada jarak ...

Berpikir tanpa harus berpikir sebelumnya ...

Berkehendak tanpa keinginan ...

Berbuat tanpa memerlukan tangan ...

Lembut namun tidak tersembunyi ...

Besar namun tidak kasar ...

Maha Melihat namun tidak bersifat inderawi ...

Maha Penyayang namun tidak bersifat lunak ....

Jumat, 01 Mei 2009

SEMUT

Kalo diamati , kehidupan semut luar biasa .
Mereka memiliki Ratu ... seperti manusia memiliki Presiden / Raja / Ratu.
Mereka memiliki ratu , tentara , pekerja & rakyat ... seperti manusia didalam kenegaraan atau didalam keluarga , memiliki peran yang berbeda - beda .
Didalam tanah , mereka memiliki ruangan yang banyaaaaak sekali , & masing - masing ruangan memiliki fungsi yang berbeda - beda ... seperti manusia punya rumah / istana yang memiliki kamar , & masing - masing kamar memiliki fungsi yang berbeda - beda .
Kalo semut bawa rezeki / makanan pulang , rezeki / makanannya nggak dimakan sendiri tapi dibawa pulang untuk dimakan bersama atau disimpan didalam ruangannya & makanan itu kelak akan dimakan bersama ... kalo manusia , kok rezeki yg diperolehnya ada yg nggak dibawa untuk keluarga , ya ?
Semut tetap menjalin silaturahim dengan sesama ... bagaimana dengan manusia ?
Kayaknya , saya belum pernah melihat jalan berduaan , tapi yang saya lihat semut jalan beriringan ... bagaimana dengan manusia ?
Bangkai semut nggak bau , karena kehidupannya penuh dengan kebaikan ... Bagaimana dengan manusia ?

ALAM SEMESTA PUN ADA DIDALAM TUBUH KITA

Tubuh kita seperti alam semesta.
Mata melihat ... seperti matahari menyinari alam .
Darah , keringat & air seni ... seperti hujan turun & air yang mengalir.
Rambut & kuku ... seperti tumbuhan & pohon yg tumbuh .
Amarah ... seperti api yang menggelora .
Tubuh kita berasal dari TANAH ...

Rabu, 22 April 2009

BELAJAR DARI ALAM SEMESTA

Rasanya kita banyak perlu belajar dari alam semesta .
Manusia perlu berkaca dari MATAHARI , ia MEMBERIKAN PENERANGAN TANPA PAMRIH .
Manusia perlu berkaca dari CAHAYA , ia memberikan sinarnya lurus , seperti NIAT & SIKAP YANG LURUS , nggak bengkok .
Manusia perlu berkaca dari BUMI / TANAH , ia dapat MENERIMA SIAPA SAJA .
Manusia perlu berkaca dari ANGIN , ia memberikan KESEJUKAN KEPADA SIAPA SAJA , walaupun ia tak hadir saat itu.
Manusia perlu berkaca dari AIR , ia dapat MENYESUAIKAN DIRI DENGAN SIAPA SAJA & MEMPERHATIKAN ORANG YANG BERADA DALAM KESULITAN .
Manusia perlu brkaca dari POHON , ia selalu TUMBUH , KOKOH & mengerti bahwa semua pasti AKAN BERUBAH , TIDAK ADA YANG KEKAL .
Manusia perlu berkaca dari BUNGA , ia BERKEMBANG & dapat MENJAGA KEHARUMAN / NAMA BAIKNYA .

Manusia masih perlu banyak belajar & memperbaiki dirinya ...

Rabu, 15 April 2009

Cerita Pak Pispot

Keluarga Bapak & Ibu Tito yg sudah berusia paruh baya datang mengunjungi keponakannya ( Ajeng )yg berada diluar kota.

Bapak & Ibu Tito memiliki anak ( Bagus , 3th )yg aktif & energik .
Mereka memiliki anak setelah 15 th usia pernikahan mereka .
Bagus senang sekali bermain dirumah sepupunya . Ia berlari kesana kemari .

Tiba - tiba Bagus berhenti berlari secara mendadak , kemudian jongkok , raut mukanya memerah & terdengar suara mengejan . Spontan Ajeng berlari & mengajak Bagus untuk ke toilet . Hal tersebut dilihat oleh Bu Tito .


Bu Tito : " Mbak , Bagus nggak usah diangkat , dia pake diaper kok . Dia lagi 'pup' . Kalo diangkat , nanti dia nggak mau 'pup' lagi "

Ajeng : " Kalo gitu , saya minta izin untuk mengajak dia ke toilet . kalo memang nggak berhasil , saya akan ikuti cara Bude "

Ajeng mengajak sepupunya ke toilet ...

Ajeng : " De, Mbak mau minta tolong sama De' Bagus , boleh ?"

Bagus : " Boleh "

Ajeng : " Mbak punya teman di kamar mandi namanya Pak Pispot . Dia nggak punya kaki , jadinya dia nggak bisa jalan . Dia itu punya mulut yg besar , dia makan nggak kayak orang . Dia makan dari 'pup' kita & minum dari 'pis' kita . Nah ... kalo dia nggak dikasih makan & minum , nanti dia lapar . De' Bagus mau bantu Pak Pispot ? "

Bagus : " mau . Bagus mau kasih makan Pak Pispot "

Ajeng : " Sekarang , Bagus buka celananya & kasih makan Pak Pispot , ya ... "

Setelah beberapa lama ...

Bagus : " Mbak , Bagus nggak jadi , deh . Bagus nggak bisa ."

Ajeng : " Ya sudah ... nanti lagi . Yuk , kita bersih - bersih dulu ..."

Bagus : " Pak Pispot ... Nanti lagi , ya ... "

Bagus kembali bermain . Tiba - tiba ia segera menarik tangan Ayahnya untuk masuk ke dalam toilet . Tak berapa lama kemudian , ia keluar toilet bersama Ayahnya . Terlihat Ayahnya yg tersenyum - senyum .

Bagus : " Mbak !!! Aku udah kasih makan Pak Pispot !!!!"