Senin, 16 Juni 2014

MENJADI ORANGTUA

Menjadi orangtua itu lucu... Ketika anaknya masih kecil-kecil, anak-anak dipaksa & disuruh melakukan semua kehendak orangtua... Harus mau makan, dipilihin sekolah, dsb. Ketika orangtua sudah tua, orangtua meminta dirinya dimengerti oleh anaknya... Dirinya sudah tua, tidak bisa melakukan seperti dulu... dsb (⌒▽⌒)

Kembali padaNYA

Setelah jiwa & raga berpisah, hanya do'a dari anak yg sholeh / sholehah, amal kebajikan & ilmu yg bermanfaat yg mengiringi pergi ke haribaanNYA... Tiada guna isak tangis, sedu sedan... Tiada yg mampu mendampingi & mengiringi, entah keluarga / harta yg bertumpuk... IA telah memilih & memanggil siapa yg telah ditunjukNYA... Allohu Robbi... KepadaMU kami kan kembali... Inna Lillahi wa inna Illaihi roji'un... Allohu Akbar... Allohu Akbar... Allohu Akbar...

KAHOBANSUHENG

Ada pepatah Cina yg mengatakan "KAHOBANSUHENG", yg artinya : KA : Keluarga. HO : Rukun BAN : 10 ribu SU : Urusan HENG : Berkembang Bila diartikan secara keseluruhan,"KAHOBANSUHENG",berarti ketika keluarga rukun, banyak urusan / pekerjaan akan berkembang... Di dalam agama Islam, mengatakan bahwa "Rahmat Alloh akan turun apabila keluarga rukun". Di ayat yg lain, "Ketika kamu berserikat, AKU yg pertama akan hadir, ketika kamu bertengkar / bercerai, AKU yg paling pertama akan pergi".

BERBEDA PUN BISA SELARAS

Suatu hari ada teman yg menceritakan tentang perbedaan keyakinan (agama) dgn temannya... Perbedaan itu rupanya dikemudian hari menjadi masalah yg rumit... Yg membuat rumit adalah ketika penganut keyakinan tertentu membandingkan keyakinannya dgn keyakinan yg lain... Kemudian berimbas hingga ke media sosial... Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi apabila tetap saling ''tepo seliro'', saling menghormati , dgn prinsip "Untukmu agamamu, untukku agamaku''...

Sabtu, 14 Juni 2014

BEKERJA LAHIR BATIN

Selama ini kita sering mendengar kata "LAHIR-BATIN" hanya sebagai bagian dari kata-kata tanpa makna...
Dan pada umumnya kata ini sering dipakai hanya pada saat bermaaf-maafan lewat tulisan menjelang puasa / Idul Fitri / momen tertentu...
Padahal bila ditelaah lebih dalam, kita akan memahami maknanya sebagai proses "pendekatan diri" dari makhluk ke Sang Pencipta.

Manusia sering merasa bahwa "Dirinya" bekerja keras & sungguh-sungguh serta apa yg diperoleh merupakan HASIL dari apa yg telah dikerjakan / "(hak) LAHIR".

Ketika manusia mulai merasa "mentok" dgn apa yg dikerjakan, barulah manusia mulai "memohon" / berdo'a ...

Bekerja secara LAHIR, hanya akan menghasilkan sesuatu yg bergerak tanpa ruh, layaknya robot. Akhirnya yg terjadi adalah keluh kesah, letih berkepanjangan, dst.

Bekerja harus dengan LAHIR & BATIN, bekerja secara fisik tapi hatinya terus berdo'a pada Alloh, memohon kebaikan, keselamatan & RidhoNYA, serta "menyerahkan" hasilnya pada Alloh membuat manusia merasa tidak akan kesulitan, dimudahkan, dilancarkan, dimakmurkan.
Karena Alloh lebih menyukai hamba-hambaNYA yg bertakarub (mendekatkan diri) padaNYA & Alloh yg akan menjamin kehidupannya serta kehidupan keluarganya di dunia & di akhirat...

Semoga kita semua digolongkan menjadi hambaNYA yg bersyukur & selalu mencari RidhoNYA... Aamiin Ya Robbal 'alamiin...

Selasa, 10 Juni 2014

MANUSIA TERPANDANG

Menjadi seseorang yg terpandang, bukan karena hartanya...
Karena harta akan habis...

Menjadi seseorang yg terpandang, bukan karena wajah nan cantik / rupawan...
Karena wajah nan cantik / rupawan akan menua & berkerut...

Menjadi seseorang yg terpandang, bukan karena jabatan / tahta yg dimiliki...
Karena jabatan / tahta akan berlalu...

Manjadi seseorang yg terpandang apabila ia memiliki ilmu & mampu berbuat baik antar sesama manusia...

Sabtu, 03 Mei 2014

PERSEPSi, CARA PANDANG & HIKMAH

Ada sepasang suami - istri yg bekerja di perusahaan besar.
Pak Bagus & Bu Ayu.
Masing-masing memiliki jabatan tinggi di perusahaan tempat mereka bekerja. Hingga suatu hari Pak Bagus jatuh sakit yg menyebabkan akhirnya ia tak dapat bekerja.
Separuh tubuh bagian bawahnya lumpuh, tapi ia masih mampu membuat tulisan-tulisan yg dapat menginspirasi banyak orang.

Pak Bagus melakukan kegiatan sehari-hari dibantu seorang asisten.
Hal ini membuat Bu Ayu semakin giat bekerja, mengingat biaya hidup ditambah membayar seorang asisten bukanlah biaya yg sedikit.
Karena kesibukan Bu Ayu, Pak Bagus merasa "cemburu" dengan aktivitas Bu Ayu...

Hingga suatu hari Pak Bagus meminta Bu Ayu untuk menemaninya...
Sekali dua kali Bu Ayu masih meminta ijin dari kantor untuk menemani suaminya, lama kelamaan hal ini membuat Bu Ayu tidak nyaman... Di satu sisi bahwa ia harus mendampingi suami, di sisi lain ia harus menghidupi kebutuhan diri & suaminya...
Hal ini akhirnya membuat Bu Ayu & Pak Bagus berbeda pendapat...
Bu Ayu berpikir realistis, bahwa apapun yg terjadi ia harus berjuang sekuat tenaga untuk menghidupi kebutuhan keluarga... Saat ini ia menjadi tumpuan tulang belakang keluarga, mencari nafkah bagi keluarga.
Pak Bagus berpikir, istri tugasnya mendampingi, melayani suaminya. Tugas & tanggung jawab sebagai Kepala Rumah Tangga adalah di suami. Istri tidak boleh capek & repot.

Apapun yg dipikir mereka berdua, tidak salah & tidak benar, semua orang memiliki persepsi pemikiran masing-masing... Istilahnya, berusaha berpikir dari 8 penjuru angin, alias "out of the box" ... Agar kita mampu berpikir secara jernih, mampu merangkum kejadian & mampu memetik hikmah dari kejadian itu...