Selasa, 10 Juni 2014

MANUSIA TERPANDANG

Menjadi seseorang yg terpandang, bukan karena hartanya...
Karena harta akan habis...

Menjadi seseorang yg terpandang, bukan karena wajah nan cantik / rupawan...
Karena wajah nan cantik / rupawan akan menua & berkerut...

Menjadi seseorang yg terpandang, bukan karena jabatan / tahta yg dimiliki...
Karena jabatan / tahta akan berlalu...

Manjadi seseorang yg terpandang apabila ia memiliki ilmu & mampu berbuat baik antar sesama manusia...

Sabtu, 03 Mei 2014

PERSEPSi, CARA PANDANG & HIKMAH

Ada sepasang suami - istri yg bekerja di perusahaan besar.
Pak Bagus & Bu Ayu.
Masing-masing memiliki jabatan tinggi di perusahaan tempat mereka bekerja. Hingga suatu hari Pak Bagus jatuh sakit yg menyebabkan akhirnya ia tak dapat bekerja.
Separuh tubuh bagian bawahnya lumpuh, tapi ia masih mampu membuat tulisan-tulisan yg dapat menginspirasi banyak orang.

Pak Bagus melakukan kegiatan sehari-hari dibantu seorang asisten.
Hal ini membuat Bu Ayu semakin giat bekerja, mengingat biaya hidup ditambah membayar seorang asisten bukanlah biaya yg sedikit.
Karena kesibukan Bu Ayu, Pak Bagus merasa "cemburu" dengan aktivitas Bu Ayu...

Hingga suatu hari Pak Bagus meminta Bu Ayu untuk menemaninya...
Sekali dua kali Bu Ayu masih meminta ijin dari kantor untuk menemani suaminya, lama kelamaan hal ini membuat Bu Ayu tidak nyaman... Di satu sisi bahwa ia harus mendampingi suami, di sisi lain ia harus menghidupi kebutuhan diri & suaminya...
Hal ini akhirnya membuat Bu Ayu & Pak Bagus berbeda pendapat...
Bu Ayu berpikir realistis, bahwa apapun yg terjadi ia harus berjuang sekuat tenaga untuk menghidupi kebutuhan keluarga... Saat ini ia menjadi tumpuan tulang belakang keluarga, mencari nafkah bagi keluarga.
Pak Bagus berpikir, istri tugasnya mendampingi, melayani suaminya. Tugas & tanggung jawab sebagai Kepala Rumah Tangga adalah di suami. Istri tidak boleh capek & repot.

Apapun yg dipikir mereka berdua, tidak salah & tidak benar, semua orang memiliki persepsi pemikiran masing-masing... Istilahnya, berusaha berpikir dari 8 penjuru angin, alias "out of the box" ... Agar kita mampu berpikir secara jernih, mampu merangkum kejadian & mampu memetik hikmah dari kejadian itu...

Senin, 28 April 2014

Letakkan di tangan, bukan di hati

Ketika seseorang memiliki barang yg disayangi, letakkanlah barang itu di "tangannya" bukan di "hati"nya... Ketika barang itu sudah tidak berada ditangannya, ia tidak terbebani akibat "tidak ada"nya barang itu... Alloh memberikan anugerahNYA tanpa diminta hambaNYA, datang dari tempat yg tidak disangka-sangka, tidak ada yg bisa menahan / mempercepat waktunya... Alloh Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui... Terima kasih Ya Alloh... الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ...

Rabu, 16 April 2014

TITIK KULMINASI MANUSIA

Setiap sisi kehidupan manusia, ada di "atas" & ada pula di "bawah".... Apapun bentuknya...
Materi-kah? Perasaan-kah ? Atau yg lainnya...
Hal yg termudah sering menghinggapi rasa manusia adalah "Bosan" , "Bingung" ngga tau harus 'ngapain...
Duduk termenung... Bermalas-malasan... Menangis tanpa jelas hingga marah-marah...
Tapi ekspresi yg dikeluarkan bukannya menjadi "solusi" / jalan keluar tapi malah membuat masalah baru bagi lingkungan sekitar...

Banyak instrumen teori yg memberikan solusi jitu, ada yg berhasil ada yg ngga berhasil...
Sebenarnya bukannya ngga berhasil, tapi masih berada di "zona nyaman" rasa jenuh / rasa bosan / rasa bingung tersebut...

Bagaimana dengan orang yg telah berhasil melalui teori yg dipilih ?
Jawabannya karena orang tersebut sudah mencapai "titik nadir" / "titik terendah" dari rasa jenuh hingga ingin segera lepas dari persoalannya...

Akhirnya, semua kembali ke fokus / mind set / perasaan positif yg dimiliki seseorang...
"maukah dirinya merasa berharga ?"
"maukah dirinya merasa bahagia ?"
"maukah dirinya, kehidupannya dapat menjadi ladang kebaikan bagi orang lain yg akan membuat orang lain bahagia ."

Selasa, 25 Maret 2014

POHON KEBAHAGIAAN

Dalam menjalani proses kehidupan, Alloh SWT selalu memberikan jalan & pilihan...
Tapi, keduanya ngga ada yg sia-sia...
Seperti pohon yg tumbuh....
Kemudian pohon itu memiliki cabang... Ranting...
Cabang & ranting itu terus tumbuh menjadi banyak hingga menjadi pohon yg rimbun...
Apalagi bila pohon itu adalah pohon kebaikan, amal kebaikannya akan beranak pinak ...
Pohon itu memiliki sinar... Yg sinarnya akan menerangi sekitarnya...

EMPATI

Apakah empati itu datang ketika "harus mengalami" dulu ?
Bukankah kita diciptakan panca indera yg jumlahnya lebih dari 1 / jumlahnya sepasang yg gunanya untuk kita belajar, memahami & memiliki empati ?
Melihat, mendengar, bergerak untuk beramal & beribadah...

Kamis, 13 Maret 2014